E-mail : pasek.trunyan@gmail.com
=
Showing posts with label Dharma Gita. Show all posts
Showing posts with label Dharma Gita. Show all posts

Pengertian Lagu Kerohanian

Budaya umat Hindu dalam melaksanakan suatu yadnya, pada umumnya dibarengi dengan adanya lagu-lagu kerohanian.

Lagu-lagu kerohanian ialah lagu-lagu atau nyanyian yang isi atau syairnya mengajarkan tuntunan keagamaan seperti Tattwa, Susila, dan upacara. Lagu-lagu kerohanian agama Hindu disebut Dharma Gita. Dharma artinya agama sedangkan Gita artinya nyanyian.

Jadi, Dharma Gita adalah lagu-lagu suci keagamaan/kerohanian bagi umat Hindu.

Dharma Gita yang dilantunkan pada saat upacara Yadnya disebut Kidung. Kidung untuk mengiringi pelaksanaan upacara panca yadnya dibedakan menjadi 5 jenis, antara lain :

1. Kidung Dewa Yadnya
Kidung Dewa Yadnya adalah kidung yang isinya tentang pujian kehadapan Hyang Widhi beserta segala manifestasinya.

2. Kidung Rsi Yadnya
Kidung Rsi Yadnya adalah kidung yang isinya tentang kewajiban-kewajiban yang harus dijalani seorang wilen.

3. Kidung Pitra Yadnya
Kidung Pitra Yadnya adalah kidung yang isi syairnya menyatakan perjalanan roh menuju alam baka yang diantar oleh saudara empat (Catur sanak).

4. Kidung Manusia Yadnya
Kidung Manusia Yadnya adalah kidung isi syairnya tentang seorang yang melaksanakan upacara penuh semangat dan dihormati serta dikagumi oleh masyarakat.

5. Kidung Bhuta Yadnya
Kidung Butha Yadnya adalah kidung yang isinya tentang upacara persembahan kepada Bhuta Kala yang ada pada arah penjuru bumi agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

Read More......

Arti Lagu Kerohanian dan Jenis-jenisnya

- Arti Lagu Kerohanian

Lagu kerokhanian memiliki peranan penting dalam semua peribadatan Hindu. Lagu kerokhanian Hindu dinamakan " Dharma Gita ". Jadi Dharma Gita sesungguhnya adalah lagu kerokhanian atau lagu keagamaan yang berisi pesan-pesan tentang ajaran kebenaran, keadilan, dinyanyikan dengan menggunakan aturan-aturan tertentu.

Pada umumnya syair-syair Dharma Gita disusun dengan deretan kata-katanya dipercaya memiliki daya kekuatan yang dapat menuntun jiwa dan perasaan seseorang menuju suasana yang hening dan hidmat.

Dalam
fungsinya dharma gita menjadi salah satu unsur yang mengiringi doa-doa / puja mantra yang diucapkan oleh pemimpin upacara. Ada lima suara dipadukan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan upacara-upacara tertentu agama Hindu yakni upacara mantra pemimpin upacara, alunan dharma gita, alunan suara gamelan, suara kentongan, dan gemerincing suara genta ( Bajra ), membuat suasana yang mampu menciptakan getaran kerokhanian menuju terciptanya suasana bhakti kepada Hyang Widhi sebagai obyek yang dituju atau diharapkan hadir.

Dharma Gita adalah kegiatan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan jalan menyanyikan atau melantunkan kidung-kidung suci keagamaan.

Dalam suatu kegiatan ritual, dharma gita dinyanyikan dengan tenang, dengan ritme dan aturan-aturan tertentu yang diucapkan secara berulang-berulang pada jenis nyanyian yang cocok.

Disamping amanat yang tertuang dalam syair-syair dharma gita menjadi media pemahaman ajaran agama, dharma gita juga mengajarkan tentang nilai-nilai estetika atau keindahan yang dituangkan dalam bentuk irama yang indah didengar.

Dapat dikatakan dharma gita di dalamnya terkandung ajarara agama, susila, tuntunan hidup, serta menggambarkan keagungan Hyang Widhi dalam berbagai manifestasiNya.

Read More......