E-mail : pasek.trunyan@gmail.com
=

Karya Ayu Ngenteg Linggih


Pelaksanaan upacara Dewa Yadnya di Bali yang dilaksanakan di Pura-Pura Kahyangan Jagat, Pura Panti, Pura Batur, Ibu, dan pada Pemerajan-Pemerajan memiliki puncak upacara yang disebut dengan karya Ngenteg Linggih. Karya ini dilaksanakan setiap 10 tahun sampai 15 tahun sekali, atau setiap pergantian generasi berikutnya, sesuai petunjuk dari Lontar Medang Kemulan, Lontar Dewa Tattwa, Lontar Mpulutuk Banten, Lontar Tapeni Yadnya, Lontar Bhuta Tattwa.


Makna Dan Tujuan Ngenteg Linggih

Upacara Karya Ngenteg Linggih memiliki beberapa tujuan, antara lain :

1. Untuk memohon kehadapan Hyang Widhi beserta manifestasinya agar beliau menganugrahkan kekuatan Tapa atau kepagehan (Satyam), terhadap alam semesta beserta segala isinya termasuk semua kekuatan gaib baik bersifat Dewa Bhatara, maupun yang bersifat Asuri Sampad (kekuatan Bhuta, Kala, Durga, Pisaca, Danawa dll). Demikian juga supaya Sang Hyang Widhi tetap menganugrahkan kekuatan kesucianNya terhadap manifestasi serta makhluk ciptaanNya yang ada di alam semesta ini. Disamping itu agar Beliau tetap menganugrahkan keseimbangan serta kesejahtraan (Sundharam) terhadap makhluk ciptaanNya.

2. Memberikan kesempatan kepada umatNya, untuk berkarma yang subhakarma sebagai sarana peleburan dosa.

3. Untuk dapat mengamalkan wahyu Sang Hyang Widhi, melalui tuntunan para Maha Rsi berupa pelaksanaan ajaran Agama.

4. Memberi kesempatan kepada umatNya agar dapat melaksanakan penyupatan terhadap mahkluk diluar kehidupan manusia.

5. Adalah sebagai media pendidikan (education) baik bersifat moral maupun bersifat spiritual terhadap umatNya.

6. Memberi kesempatan kepada umatNya agar bisa melaksanakan ajaran Tri Rnam yaitu membayar hutang terhadap Sang Hyang Widhi, atas diturunkannya wahyuNya berupa ajaran Weda, membayar hutang kehadapan Maha Rsi, karena Beliau telah menulis wahyu tersebut dengan esensi menjadi ajaran Agama. Demikian juga membayar hutang kehadapan leluhur, karena tanpa beliau umat kemungkinan tidak lahir menjadi manusia, itulah karena yadnyanya.

7. Memberikan kesempatan untuk beryadnya secara nyata bagi setiap generasi yang lahir sehingga karya Ngenteg Linggih dapat dilaksanakan setiap 10 sampai 15 tahun sekali.

2 comments: